IDUL ADHA

PERINTAH BERKURBAN

hewan-kurban2

Asal usul kurban yang disunnahkan dalam Islam itu berawal dari peristiwa kurban Nabi Ibrahim AS. Diawali dari mimpi Nabi Ibrahim yang mendapat perintah Allah untuk menyembelih anaknya, Ismail. Nabi Ibrahim berkeyakinan mimpinya itu merupakan mimpi yang benar, maka ia menanyakannya kepada Ismail AS:

“Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat [37]: 102 ).

Mendengar jawaban yang penuh keteguhan dari hati putranya tersebut lalu Nabi Ibrahim dengan menyebut nama Allah Nabi Ibrahim menguatkan hatinya untuk menyembelih putranya. Dan ia lakukan ini semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

Saat terjadi kemantapan hati inilah setan dating menggoda Nabi Ibrahim untuk tidak jadi menyebelih putranya. Namun karena sudah kuatnya tekad hati Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya maka apaun bujuk rayu setan keapdanya tidak melemahkan keteguhan beliau. Maka dengan mengucap “Bismillahi Allahuakbar” beliau melemparkan sebuah batu untuk mengusir setan tersebut yang menggodanya.

Akal licik rayu setan untuk menggagalkan rencana Nabi Ibrahim tidak berhenti sampai disini saja. Gagal menggoda Nabi Ibrahim, setan lalu menggoda istri Nabi Ibrahim. Namun kejadiannyapun sama. Istri Nabi Ibrahim tak sedikitpun tergoda oleh rayuan setan. Maka dengan mengucap “Bismillahi Allahuakbar” beliaupun melemparkan sebuah batu. Kejadian melemparkan batu yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Istri inilah yang sekarang disebut sebagai lontar jumrah.

hewan-kurban1

Karena setan ini telah minggir semua sebab dilempari dan mereka tidak menggoda lagi. Maka Nabi Ibrahim dengan mudah melaksanakan niatnya. Kemudian Nabi Ibrahim AS membawa Ismail ke suatu tempat sunyi di Mina. Dengan berserah diri kepada Allah SWT, Ismail dibaringkan dan segera Ibrahim AS mengarahkan pisaunya ke leher sang anak. Setelah terbukti kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail AS maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan kurban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan ( domba yang besar )
Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih anaknya di saat Nabi Ibrahim tengah bahagia dengan kehadiran putra kesayangannya, Ismail begitu mengandung pembelajaran penting bagi peningkatan kualitas seorang muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *